oleh

GMKI Desak Pengusutan Terbuka Kematian Pekerja Perempuan di Maluku Tenggara

banner 468x60

Tual, Info-Aktual.com, – Kematian Veronika Rahanyanat, pekerja di salah satu perusahaan di Maluku Tenggara, memantik desakan transparansi dari organisasi kemahasiswaan.

BPC Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tual – Maluku tenggara (Malra) menilai hingga kini belum ada penjelasan resmi yang utuh mengenai kronologi peristiwa tersebut.

banner 336x280

Mereka meminta aparat membuka penyelidikan secara terang dan memastikan hak keluarga korban terpenuhi.

Misteri kematian Veronika Rahanyanat pada 19 Februari 2026 di Perusahaan Mutiara Lik, Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, terus menuai perhatian. Hingga kini, kronologi resmi dari pihak perusahaan disebut belum disampaikan secara jelas kepada keluarga maupun masyarakat.

Sekretaris Fungsional Bidang Penguatan Kapasitas Perempuan BPC GMKI Tual–Malra, Ezi Yofeti Dangeubun, menyatakan ketidakjelasan informasi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. “Ini menyangkut nyawa seorang pekerja dan kepastian hukum,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

Menurut Ezi, persoalan tersebut berpotensi menyentuh aspek perlindungan hak asasi manusia serta hak dasar tenaga kerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, termasuk prinsip perlakuan setara dan perlindungan keselamatan pekerja.

GMKI Tual–Malra, kata dia, telah memutuskan untuk mengawal proses penanganan kasus dan mendukung kepolisian dalam mengungkap penyebab kematian secara terbuka. Organisasi itu juga mengajak elemen masyarakat, terutama tokoh perempuan di wilayah Kei, ikut mengawasi jalannya proses hukum.

“Kami ingin kasus ini dibuka seterang-terangnya. Jangan sampai ada tindakan semena-mena terhadap perempuan Kei di tanah adat ini,” ujarnya.

GMKI mendesak aparat penegak hukum bekerja cepat, profesional, dan transparan agar kebenaran segera terungkap serta keadilan bagi keluarga korban dapat dipastikan.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian luas masyarakat Maluku Tenggara dan dinilai sebagai ujian bagi komitmen perlindungan pekerja perempuan di daerah itu. (IA-01)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *