Tiakur, Info-Aktual.com,- Hari kerja perdana tahun 2026 di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) diwarnai temuan rendahnya tingkat kehadiran aparatur sipil negara.
Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) MBD, Eduard J. S. Davidz ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Tiakur, Senin, 5 Januari 2026, menunjukkan banyak pegawai tidak masuk kerja tanpa keterangan yang jelas.
Sidak tersebut melibatkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Inspektorat Daerah, serta Satuan Polisi Pamong Praja.
Davidz mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan disiplin ASN pada hari kerja perdana tahun ini. “ASN yang tidak masuk tanpa keterangan resmi akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Selain memeriksa daftar hadir pegawai, Davidz juga meninjau kondisi kantor, mulai dari kelayakan bangunan, fasilitas penunjang kerja, hingga kebersihan lingkungan. Menurut dia, kondisi fisik kantor turut memengaruhi kualitas pelayanan publik.
Dari hasil pemantauan, Davidz menemukan cukup banyak ASN tidak hadir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menegaskan Inspektorat Kabupaten Maluku Barat Daya akan memanggil ASN yang tidak masuk kerja tanpa keterangan untuk menjalani pembinaan sesuai peraturan.
Sementara itu, ASN yang tidak masuk kerja dengan alasan izin diminta dibina oleh atasan langsung di masing-masing OPD.
Davidz menilai disiplin ASN merupakan fondasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan bertanggung jawab. Ia menyebut ketidakhadiran pegawai pada hari kerja perdana berpotensi mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Disiplin adalah kunci peningkatan kualitas pelayanan publik. ASN harus memberi contoh, dimulai dari kehadiran dan kepatuhan terhadap aturan,” kata Davidz.
Ia juga memastikan evaluasi kehadiran ASN tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten. Pengawasan akan diperluas hingga ke kecamatan, termasuk kantor camat, sekolah, puskesmas, serta unit pelaksana teknis lainnya.
“Kami minta pimpinan OPD melakukan evaluasi sampai ke tingkat kecamatan agar pelayanan publik benar-benar berjalan optimal,” ujarnya.
Melalui sidak tersebut, Davidz berharap kedisiplinan ASN di Maluku Barat Daya dapat diperbaiki sehingga pelayanan kepada masyarakat pada 2026 lebih efektif dan berkelanjutan. (IA-01)














Komentar