Tiakur, Info-Aktual.com, – Pembangunan Pastori 2 Jemaat GPM Tela di Kecamatan Babar Barat resmi dimulai, setelah Wakil Bupati Maluku Barat Daya Agustinus L. Kilikily menghadiri peletakan batu penjuru, Kamis (19/3/2026), sekaligus menegaskan pentingnya peran gereja dalam menopang pembangunan sosial di daerah kepulauan.
Ibadah peletakan batu penjuru itu berlangsung dalam suasana khidmat, dihadiri unsur gereja, pemerintah, serta jemaat yang memadati lokasi kegiatan di Desa Tela.
Momentum tersebut tidak hanya menandai dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga mempertegas peran strategis gereja dalam kehidupan masyarakat.
MPH Sinode GPM Pdt. W. Terloit menyebut pembangunan pastori sebagai bagian penting dari penguatan pelayanan gereja.
Menurutnya, pastori tidak sekadar berfungsi sebagai tempat tinggal pendeta, melainkan pusat pelayanan dan ruang pergumulan iman bersama jemaat.
“Pastori adalah tempat di mana pelayanan bertumbuh dan kehidupan iman jemaat terus dipelihara,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi jemaat, termasuk hibah lahan untuk pembangunan tersebut, yang dinilai sebagai bentuk nyata kebersamaan dan tanggung jawab kolektif dalam mendukung pelayanan gereja.

Sementara Wakil Bupati Agustinus Kilikily menegaskan pembangunan sarana keagamaan sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sosial dan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, gereja memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang beradab, rukun, dan berdaya.
Ia mendorong panitia pembangunan untuk menyiapkan proposal sebagai dasar dukungan lanjutan dari pemerintah daerah, sekaligus memastikan pembangunan berjalan terencana dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan awal, pemerintah daerah menyerahkan bantuan 50 sak semen guna mempercepat proses pembangunan Pastori 2 Jemaat GPM Tela.
Di tengah kondisi geografis wilayah kepulauan, pembangunan fasilitas keagamaan seperti pastori kerap menjadi simbol kekuatan gotong royong masyarakat. Setiap tahapan pembangunan tidak hanya mengandalkan sumber daya, tetapi juga solidaritas jemaat yang menjadi fondasi utama.
Peletakan batu penjuru ini pun menjadi awal dari upaya bersama untuk menghadirkan pusat pelayanan yang diharapkan mampu memperkuat kehidupan spiritual sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di wilayah tersebut. (IA-01)














Komentar