Tiakur, Info-Aktual.com, – Wakil Bupati Maluku Barat Daya Agustinus L. Kilikily menegaskan Sidang Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-Pulau Babar harus menghasilkan program strategis dan berdampak nyata, tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.
“Sidang Klasis GPM Pulau-Pulau Babar ini menjadi menjadi forum strategis untuk merumuskan program pelayanan dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah,” kata Wabub Kilikily saat membuka persidangan ke-74 yang digelar Minggu (22/3/2026).
Menurut dia, sidang klasis merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat klasis sekaligus agenda tahunan yang memiliki peran penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program serta menetapkan arah kebijakan ke depan.
“Sidang ini menjadi ruang evaluasi program sekaligus perumusan perencanaan ke depan. Selain itu, persidangan juga merupakan proses pembelajaran dalam pembinaan dan pembangunan umat,” katanya.
Ia menekankan, persidangan tidak boleh berhenti pada aspek seremonial, tetapi harus menghasilkan evaluasi menyeluruh serta strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh peserta sidang memperkuat sinergi antara gereja dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia, layanan kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, perwakilan Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. W. Terloit menyampaikan bahwa sidang klasis menjadi wadah penting dalam pembinaan iman dan penguatan pelayanan gereja di tengah masyarakat.
Ia menilai forum tersebut juga berperan dalam meningkatkan kualitas kehidupan bergereja yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.
Sidang ke-74 Klasis GPM Pulau-Pulau Babar diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat pelayanan gereja sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Babar Barat David Laipeny, unsur Forkopimcam, para pendeta se-Klasis GPM Pulau-Pulau Babar, serta undangan lainnya. (IA-01)














Komentar