oleh

Akhirnya Warga Pulau Lirang Bisa menikmati Listrik 24 Jam di Akhir 2025

banner 468x60

Tiakur, Info-Aktual, – Warga Pulau Lirang, Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), merasa bergembira karena di penghujung tahun 2025 mereka dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh.

Bertahun-tahun mereka hanya bisa merasakan dan menikmati pasokan listrik secara terbatas, dan persis di penghujung tahun warga Pulau Lirang dapat bersukacita menyambut tahun baru dengan pasokan listrik sehari penuh.

banner 336x280

Peningkatan jam nyala listrik itu diresmikan pada Rabu, 31 Desember 2025 oleh Wakil Bupati MBD Agustinus L. Kilikily bersama Manajer, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Saumlaki, Hendrik Ferdinand Siahaan, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Moa, Wahyudi Haspullah.

Peresmian dilakukan bersamaan dengan penyalaan listrik di sejumlah desa lainnya. Selain Pulau Lirang, layanan kelistrikan juga menjangkau Desa Serili, Batu Gajah, Batumerah, Kuaimelu, serta Dusun Kour Atuna.

Wakil Bupati MBD Agustinus L. Kilikily mengatakan, kehadiran listrik 24 jam bukan sekadar pemenuhan kebutuhan penerangan, melainkan fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat kepulauan.

“Listrik menentukan masa depan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Ini bukan hadiah, tetapi kewajiban negara yang harus dihadirkan secara adil hingga ke pulau-pulau terluar,” kata Kilikily dalam sambutannya.

Peresmian peningkatan layanan listrik tersebut dihadiri jajaran forum koordinasi pimpinan daerah, anggota DPRD Maluku Barat Daya, SekdaEduard JS Davidz, serta manajemen PLN Unit Layanan Pelanggan Moa. Sejumlah kepala desa dan warga mengikuti kegiatan secara daring.

Kilikily menilai, akses listrik yang lebih stabil membuka peluang baru bagi pengembangan usaha kecil, industri rumah tangga, serta pendidikan berbasis teknologi di wilayah kepulauan.

Ia juga berharap desa-desa lain di Maluku Barat Daya dapat menyusul menikmati layanan listrik 12 hingga 24 jam dalam waktu mendatang.

Manajer PLN ULP Moa Wahyudi Haspullah mengatakan peningkatan jam nyala listrik dirancang untuk mendukung mata pencaharian utama warga setempat, terutama nelayan dan petani.

“Dengan listrik menyala 24 jam, nelayan bisa menyimpan hasil tangkapan lebih lama menggunakan cold storage sehingga nilai jualnya meningkat,” ujar Wahyudi.

Pemerintah daerah bersama PLN berharap ketersediaan listrik, yang diikuti akses air bersih dan telekomunikasi, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah di Kabupaten Maluku Barat Daya. (IA-01)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *