TIAKUR, Info-Aktual.com, – Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benjamin Thomas Noach, ST., menegaskan keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk berhenti membangun dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Noach saat memimpin Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten MBD dalam rangka penyampaian pidato pengantar Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Senin (21/9/2026).
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kantor DPRD Kabupaten MBD, Tiakur, mulai pukul 10.30 WIT.
Dalam pidatonya, Bupati menjelaskan bahwa perubahan anggaran 2026 berlangsung di tengah tekanan fiskal yang cukup berat. Pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp36,05 miliar atau 4,57 persen, dari sebelumnya Rp788,90 miliar menjadi Rp752,85 miliar.
Penyesuaian juga terjadi pada sisi belanja daerah yang turun sebesar Rp69,09 miliar atau 7,38 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi serta penyesuaian transfer dari Pemerintah Pusat.
«“Kondisi fiskal kita tidak mudah. Ruang semakin sempit, sementara kebutuhan di setiap pulau sangat besar,” ujar Noach.»
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Bupati menegaskan pemerintah daerah tetap memiliki komitmen untuk menjalankan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
«“Keterbatasan fiskal tidak boleh membatasi semangat kita untuk membangun,” tegasnya.»
Prioritaskan Kebutuhan Masyarakat
Noach menekankan bahwa keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus semakin selektif dalam menentukan program dan kegiatan yang menjadi prioritas.
Menurutnya, setiap rupiah anggaran yang tersedia harus diarahkan pada kebutuhan yang paling penting bagi masyarakat, terutama sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta dukungan terhadap petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
«“Kita tidak bisa membangun semuanya sekaligus, tetapi kita tidak boleh berhenti hadir di tengah masyarakat,” katanya.»
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat MBD atas berbagai keterbatasan yang masih dihadapi pemerintah daerah.
Ia menegaskan, keterbatasan tersebut bukan berarti pemerintah tidak peduli terhadap kebutuhan masyarakat, melainkan berkaitan dengan kemampuan fiskal daerah yang terbatas.
«“Bukan karena tidak peduli, tetapi kemampuan memang terbatas. Namun komitmen kami tetap: tidak akan berhenti bekerja dan berjuang,” tambahnya.»
Ajak Semua Elemen Bergandengan Tangan
Dalam menghadapi keterbatasan fiskal dan luasnya kebutuhan pembangunan di wilayah kepulauan MBD, Noach mengajak seluruh elemen untuk memperkuat semangat gotong royong.
Ia mengangkat nilai kebersamaan masyarakat Maluku melalui filosofi “Ale rasa, beta rasa” sebagai semangat untuk membangun MBD secara bersama-sama.
Ajakan tersebut ditujukan kepada DPRD, Forkopimda, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh masyarakat agar bersama-sama mendukung pembangunan daerah.
Rapat paripurna tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 WIT dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Turut hadir Ketua DPRD MBD Petrus A. Tunai, Wakil Ketua I Johan A. Mosse, Wakil Ketua II Anita Bakker, Sekretaris Daerah MBD Eduard J.S. Davidz, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta anggota DPRD Kabupaten MBD.
Menutup penyampaiannya, Noach kembali menegaskan pentingnya menjaga optimisme di tengah keterbatasan anggaran.
«“APBD boleh terbatas, tetapi cinta kita kepada rakyat tidak boleh terbatas. Fiskal boleh sempit, tetapi harapan MBD harus tetap luas.(IA.01)














Komentar