oleh

Direktur PDAM : Perbaikan Tekanan Air di Desa Wakarleli Terus Diupayakan, Pompa Tambahan Direncanakan Dipasang

banner 468x60

Tiakur, Info-Aktual.com,- Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kalwedo, Adam Lewier, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mengatasi gangguan tekanan air bersih yang dikeluhkan masyarakat, khususnya pelanggan yang berada di wilayah ujung jaringan pipa distribusi yakni, Desa Wakarleli.

Hal tersebut disampaikan Adam Lewier saat diwawancarai di ruang kerjanya di Tiakur, Senin (19/10/2026).

banner 336x280

Adam menjelaskan, gangguan tekanan air yang terjadi hingga saat ini bermula ketika terjadi pemadaman listrik. Setelah listrik kembali normal, tekanan air belum sepenuhnya pulih sehingga distribusi air kepada pelanggan belum berjalan optimal.

Menurutnya, PDAM Tirta Kalwedo telah merencanakan pemasangan pompa tambahan (master pump) di kawasan Mangga Dua sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan tekanan air agar dapat menjangkau wilayah yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.

“Pompa sudah ada, tetapi perlu dilakukan pemasangan kembali. Kami juga harus membangun bangunan kecil untuk penempatan pompa tersebut karena membutuhkan dukungan daya listrik. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu bulan. Mudah-mudahan bisa lebih cepat,” jelas Adam.

Ia berharap, pemasangan pompa tersebut nantinya dapat membantu meningkatkan tekanan air, terutama bagi pelanggan yang berada di wilayah Desa Wakarleli dan kawasan lain yang berada di ujung jaringan distribusi.

Pola Pemakaian Air Diduga Memengaruhi Tekanan Distribusi

Selain kendala teknis, Adam mengungkapkan bahwa pola pemakaian air oleh pelanggan juga diduga memengaruhi pemerataan distribusi air.

Menurutnya, ketika tekanan air mulai melemah, sebagian pelanggan cenderung menampung air sebanyak-banyaknya sebagai langkah antisipasi. Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi ketersediaan air bagi pelanggan lain, terutama yang berada di bagian ujung jaringan pipa.

“Pada saat air mulai kecil, kemungkinan masyarakat khawatir akan terjadi gangguan lagi sehingga berusaha menampung air sebanyak-banyaknya. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena saudara-saudara kita yang berada di ujung jaringan juga membutuhkan air,” ujarnya.

Adam menambahkan, PDAM juga merencanakan pergantian jaringan pipa yang berdiameter kecil pada tahun mendatang. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran distribusi dan membantu mengatasi persoalan tekanan air yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

PDAM Soroti Dugaan Pelanggaran Penggunaan Meter Air

Dalam kesempatan itu, Adam juga menyoroti dugaan pelanggaran oleh sebagian pelanggan, seperti membuka kembali meter air yang sebelumnya telah ditutup oleh petugas.

Selain itu, terdapat dugaan penggunaan mesin pompa penyedot air oleh oknum pelanggan yang berpotensi memengaruhi distribusi air kepada pelanggan lainnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil operasi lapangan, pihaknya belum menemukan penggunaan mesin penyedot air tersebut pada tahun ini. Namun, pada tahun-tahun sebelumnya, petugas pernah menemukan kasus serupa.

“Memang ada pelanggan yang sengaja membuka kembali meter air yang sudah kami tutup. Pada tahun-tahun sebelumnya, kami juga pernah menemukan penggunaan mesin penyedot air. Namun, untuk tahun ini, berdasarkan operasi lapangan, kami belum menemukannya,” ungkap Adam.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan mesin penyedot air yang dapat mengganggu distribusi, terutama bagi pelanggan yang berada di wilayah dengan tekanan air rendah.

Menurutnya, penggunaan air secara bertanggung jawab merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama pelanggan agar seluruh masyarakat memperoleh akses air bersih secara lebih merata.

Pelanggaran Masih Ditangani Secara Administratif

Terkait dugaan pelanggaran tersebut, Adam mengatakan bahwa PDAM Tirta Kalwedo saat ini masih mengedepankan penanganan melalui sanksi administratif.

Ia menjelaskan bahwa tindakan seperti membuka meter air secara sengaja atau menggunakan perangkat yang melanggar ketentuan dapat menimbulkan persoalan hukum, bergantung pada bentuk perbuatan dan ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, pihaknya masih mempertimbangkan pendekatan penanganan dengan memperhatikan bahwa air bersih merupakan kebutuhan vital masyarakat.

“Kami masih memberikan sanksi administratif karena kebutuhan air ini merupakan kebutuhan vital. Namun, kami berharap masyarakat dapat menaati ketentuan yang berlaku dan tidak melakukan tindakan yang merugikan pelanggan lain,” katanya.

Direktur PDAM Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pelanggan

Menutup keterangannya, Adam mengakui bahwa persoalan distribusi air tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya, terutama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Ia secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang berada jauh dari pusat distribusi, termasuk masyarakat di wilayah Desa Wakarleli, baik yang tinggal di bagian atas maupun di tengah jaringan pelayanan.

“Sebagai orang teknis, saya juga merasa ini menjadi tantangan bagi kami. Kami tetap meminta maaf kepada pelanggan, khususnya saudara-saudara yang berada paling jauh di ujung pipa. Kami sementara melakukan perbaikan dan tidak pernah tinggal diam menghadapi kondisi ini,” tegasnya.

Adam berharap masyarakat dapat memahami proses perbaikan yang sedang diupayakan serta turut mendukung langkah PDAM dengan menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menghambat distribusi.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus berupaya mencari solusi agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali berjalan lebih optimal.(IA.01)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *