TIAKUR, InfoAktual.com,- Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Poliwu, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), menorehkan sejarah baru dengan diresmikannya sekaligus ditahbiskannya Gedung Gereja Proxenos dan Pastori yang telah lama dinantikan jemaat.
Ibadah syukur, peresmian, dan pentahbisan berlangsung khidmat dan penuh sukacita pada Minggu (27/9/2026).
Pembangunan kedua fasilitas tersebut melalui proses panjang selama bertahun-tahun. Peletakan batu pertama Gedung Gereja Proxenos dilakukan pada 2010, kemudian pembangunan Pastori dimulai pada 2014.
Perjalanan pembangunan diawali dengan pembentukan Panitia Pembangunan berdasarkan Surat Keputusan tertanggal 11 Juni 2010. Sebanyak 25 orang dipercaya menjadi bagian dari panitia dan bersama seluruh jemaat berupaya menyelesaikan pembangunan hingga akhirnya dapat digunakan.
Seiring perjalanan waktu, jumlah warga jemaat juga mengalami pertumbuhan. Dari semula 15 kepala keluarga, kini Jemaat GPM Poliwu telah berkembang menjadi 44 kepala keluarga.
Sekretaris Panitia Pembangunan, Semuel Gairtety, dalam laporan menyampaikan total dana yang dikelola untuk pembangunan mencapai Rp886.748.000.
Dana tersebut bersumber dari dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya, Pemerintah Provinsi Maluku, bantuan anggota DPRD Provinsi Maluku, sumbangan pribadi, serta berbagai kegiatan usaha yang dilakukan panitia.
Selain dukungan dalam bentuk dana, pembangunan juga mendapat sumbangan material, perabot, tenaga, dan doa dari jemaat-jemaat se-Klasis Pulau-Pulau Leti Moa Lakor serta berbagai pihak lainnya.
Ketua Sinode GPM, Pdt. Sacharias I. Sapulette, dalam arahannya mengatakan, keberadaan gedung gereja tersebut bukan semata-mata hasil pembangunan fisik, tetapi merupakan buah dari doa, kerja keras, pengorbanan, dan persekutuan seluruh jemaat.
Ia mengajak jemaat untuk menjadikan gedung gereja sebagai pusat pembentukan karakter, penguatan iman, dan pelayanan kepada sesama.
«“Kini saatnya perhatian kita beralih dari membangun tembok ke membangun kehidupan umat. Pendidikan anak, kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pendampingan di tengah tantangan zaman — itulah tugas utama kita ke depan,” ujarnya.»
Sementara itu, Wakil Bupati Maluku Barat Daya, Agustinus L. Kilikily, yang hadir mewakili Pemerintah Daerah, memberikan apresiasi atas ketekunan jemaat dan panitia dalam menyelesaikan pembangunan Gedung Gereja Proxenos dan Pastori.
Menurutnya, pembangunan rumah ibadah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan iman dan moralitas.
Ia menekankan pentingnya menjaga sinergi antara gereja dan pemerintah dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera.
«“Keindahan gedung tidaklah berarti jika di dalamnya tidak tercermin kasih yang tulus. Mari isi tempat ini dengan ibadah yang hidup, perbuatan yang nyata, dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan,” pesan Kilikily.»
Rangkaian peresmian dan pentahbisan kemudian ditutup dengan ungkapan syukur bersama seluruh jemaat.
Dengan diresmikannya Gedung Gereja Proxenos dan Pastori, Jemaat GPM Poliwu diharapkan semakin memperkuat kehidupan persekutuan, pelayanan, dan kesaksian di tengah masyarakat.
Gedung tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan iman, penguatan persaudaraan, serta pelayanan yang memberikan dampak positif bagi jemaat dan lingkungan sekitar.(IA.01)














Komentar