TIAKUR, Info-Aktual.com,– Lima nelayan yang hanyut selama kurang lebih tujuh hari setelah motor laut yang mereka gunakan mengalami gangguan mesin akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di sekitar perairan Pulau Maupora, Kecamatan Kepulauan Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Rabu malam (2/9/2026).
Kelima nelayan tersebut ditemukan sekitar pukul 21.40 WIT oleh personel Pos Polisi (Pospol) Pulau Romang bersama masyarakat nelayan. Petugas kemudian membantu menarik motor laut KM Harapan Setia menuju lokasi yang lebih aman untuk berlabuh.
Peristiwa tersebut terungkap setelah Sekretaris Desa Jerusu, Kecamatan Kepulauan Romang, Charles Lendert (61), mendatangi Pospol Pulau Romang, Polsek Kisar, sekitar pukul 17.50 WIT. Ia melaporkan adanya lima nelayan yang mengalami musibah dan berada di sekitar perairan Pulau Maupora.
Mendapat laporan tersebut, personel Pospol Pulau Romang bersama masyarakat nelayan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan memberikan pertolongan.
Sebelumnya, pada Rabu siang, personel Satuan Polairud Polres MBD yang dipimpin AIPDA Abraham Noya bersama dua personel lainnya telah melakukan pencarian menggunakan kapal patroli di wilayah perairan Pulau Moa dan sekitarnya. Namun, pencarian awal belum menemukan keberadaan motor laut tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelima nelayan awalnya berangkat dari perairan Pulau Seira, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIT untuk mencari telur ikan.
Memasuki hari kelima di laut, motor laut yang mereka gunakan mengalami gangguan mesin. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat mereka kesulitan mengendalikan arah perjalanan hingga akhirnya terbawa arus dan masuk ke wilayah perairan Kabupaten MBD.
Setelah terombang-ambing di laut selama kurang lebih tujuh hari, pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIT, para nelayan akhirnya mendapatkan jaringan komunikasi dan berusaha menghubungi pihak lain untuk meminta pertolongan.
Informasi tersebut kemudian diterima Charles Lendert yang langsung melaporkannya kepada petugas Kepolisian di Pospol Pulau Romang.
Personel Pospol Pulau Romang bersama masyarakat nelayan kemudian bergerak menuju lokasi yang diinformasikan. Sekitar pukul 21.40 WIT, kelima nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat.
Kelima nelayan tersebut yakni Ahmad Yakin Afandy (51) selaku nakhoda, Samsul Bahri (42), Muhammad Sanudin (53), Herianto (39), dan Simon Numbery (47) sebagai anak buah kapal (ABK).
Untuk sementara, kelima nelayan memilih tetap berada di atas motor laut sembari menunggu bantuan peralatan maupun teknisi untuk memperbaiki mesin yang mengalami gangguan.
Kasat Polairud Polres MBD IPDA Oktovianus Damaryanan mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai nelayan yang mengalami gangguan mesin dan hanyut di wilayah perairan MBD.
Menurutnya, kondisi geografis MBD yang sebagian besar merupakan wilayah kepulauan dengan wilayah perairan yang luas membutuhkan kecepatan, ketepatan dan koordinasi dalam setiap penanganan kejadian di laut.
“Begitu informasi kami terima, personel langsung melakukan pencarian dengan menggunakan kapal patroli. Kami terus berupaya memastikan keberadaan para nelayan dan yang paling utama adalah keselamatan mereka,” ujar Oktovianus.
Ia mengapresiasi masyarakat nelayan yang ikut membantu proses pencarian dan pertolongan.
“Sinergi seperti ini sangat penting, karena dalam situasi darurat di laut, kecepatan mendapatkan informasi dan bantuan menjadi faktor yang sangat menentukan,” jelasnya.
Oktovianus juga mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, memastikan mesin, bahan bakar, perlengkapan keselamatan dan sarana komunikasi dalam kondisi baik sebelum melaut.
“Jangan memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” pesannya.
Sementara itu, Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., memberikan apresiasi kepada personel Pospol Pulau Romang, Satuan Polairud Polres MBD dan masyarakat nelayan yang terlibat dalam proses pencarian hingga kelima nelayan berhasil ditemukan selamat.
Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan, pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga yang beraktivitas di wilayah perairan.
“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas. Ketika ada informasi mengenai warga yang mengalami keadaan darurat, personel harus mampu merespons dengan cepat dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memberikan pertolongan,” tegasnya.
Budhi juga menilai sinergitas antara Kepolisian dan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan kejadian di wilayah kepulauan.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada personel Pospol Pulau Romang, Satuan Polairud Polres MBD serta masyarakat nelayan yang telah bersama-sama melakukan pencarian hingga para korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ini merupakan wujud nyata sinergitas Polri dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak mengabaikan faktor keselamatan.
“Kita patut bersyukur karena lima nelayan tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan sehat. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa aktivitas di laut memiliki risiko yang harus diantisipasi. Kesiapan peralatan, kondisi mesin, komunikasi dan pemantauan cuaca merupakan hal yang tidak boleh diabaikan,” kata Budhi.
Kapolres juga menekankan pentingnya koordinasi antara Kepolisian, pemerintah desa, masyarakat nelayan dan seluruh pemangku kepentingan dalam merespons setiap kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kami berharap koordinasi dan kepedulian seperti ini terus dipertahankan. Polri akan terus hadir bersama masyarakat untuk memberikan rasa aman, perlindungan dan pertolongan, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan MBD,” pungkasnya.
Keberhasilan menemukan kelima nelayan tersebut menunjukkan pentingnya kecepatan informasi, respons aparat serta gotong royong masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di wilayah kepulauan.
Polres MBD mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan, agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut dan segera menghubungi Kepolisian maupun instansi terkait apabila menghadapi keadaan darurat. (IA 01)



















Komentar