Ambon,Info-Aktual.com – Masyarakat Kota Ambon mengeluhkan rusaknya mesin pencetak tiket kapal milik PT Pelni Cabang Ambon yang berdampak pada antrean panjang penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon. Kondisi tersebut memicu ketidaknyamanan calon penumpang yang hendak melakukan proses boarding.
Keluhan masyarakat ini mencuat setelah sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook Haris Syarif,Kamis 8 Januari 2026 memperlihatkan antrean panjang penumpang di pelabuhan akibat mesin pencetak tiket yang tidak berfungsi. Dalam video tersebut, terdengar sejumlah penumpang menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan PT Pelni.
Namun, menariknya, dalam keterangan unggahan video tersebut, pemilik akun justru menyampaikan keluhan yang ditujukan kepada Gubernur Maluku dan Dinas Perhubungan Kota Ambon. Padahal, secara kewenangan, pengelolaan mesin tiket dan pelayanan penumpang kapal merupakan tanggung jawab penuh PT Pelni Cabang Ambon, bukan pemerintah daerah maupun Dinas Perhubungan Kota.
Hal ini menunjukkan masih kurangnya pemahaman masyarakat awam terkait pembagian tugas dan kewenangan antarinstansi, yang seharusnya dapat dijelaskan secara terbuka oleh pihak PT Pelni kepada publik.
Dalam video yang sama, masyarakat juga meminta agar petugas di lapangan lebih tertib dalam mengatur antrean boarding tiket. Ketidakteraturan antrean dinilai memperparah situasi, sehingga membuat penumpang merasa tidak nyaman sebelum melakukan perjalanan laut.
Selain itu, sejumlah komentar warga di kolom komentar unggahan tersebut turut menyoroti persoalan klasik yang dinilai kerap terjadi. Salah satu warga menyebutkan bahwa mesin pencetak tiket PT Pelni Cabang Ambon “sering rusak dan terkesan selalu diabaikan”.
“Penjualan tiket online ribet, mending jual tiket manual saja,” tulis salah satu komentar warga.
Tak hanya soal mesin tiket, masyarakat juga menyoroti dugaan praktik percaloan. Beberapa komentar menyebutkan adanya oknum pegawai PT Pelni yang diduga menjadi calo dan menjual tiket dengan harga tinggi.
“Katanya ada pegawai Pelni yang jadi calo, jual tiket mahal. Semoga orang-orang seperti itu cepat diatasi,” tulis salah satu warga dalam kolom komentar.
Keluhan lain menyebutkan bahwa persoalan pelayanan PT Pelni di Ambon seolah menjadi masalah yang berulang dan belum mendapat penanganan serius.
“Selalu begitu, Ambon dengan pelayanan PT Pelni-nya ribet dan bikin pusing,” tulis warga lainnya.
Berbagai keluhan ini menjadi sinyal kuat bagi PT Pelni Cabang Ambon untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, baik dari sisi sarana prasarana, pengelolaan tiket, hingga pengawasan internal terhadap oknum pegawai.
Masyarakat berharap PT Pelni tidak hanya merespons keluhan di media sosial, tetapi juga menghadirkan solusi nyata agar pelayanan transportasi laut di Kota Ambon menjadi lebih tertib, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh penumpang(IA)




















Komentar