AMBON,IA – Program Mudik Gratis Natal dan Tahun Baru bagi masyarakat Maluku kembali digelar di Kota Ambon. Pelepasan penumpang menuju Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggunakan Kapal Cantika Lestari 77B berlangsung di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon, Senin malam (15/12/2025), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor transportasi laut.
Kepala KSOP Kelas I Ambon Capt Mochamad Abduh,dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program mudik gratis yang dinilai sangat membantu masyarakat Maluku sebagai daerah kepulauan.
Menurutnya, total tiket gratis yang berhasil disediakan pada tahun ini mencapai 7.431 tiket, dengan alokasi untuk Pulau Ambon sekitar 4.256 tiket. Capaian tersebut, kata dia, tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, khususnya dukungan Pemerintah Provinsi Maluku dan pemerintah pusat.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kami berkomitmen memastikan seluruh proses keberangkatan sesuai standar keselamatan pelayaran, mulai dari pemeriksaan kelaiklautan kapal, alat keselamatan, hingga pengawasan jumlah penumpang,” ujar Capt. Abduh.
Ia menegaskan, KSOP akan terus melakukan pengawasan ketat demi menjamin keselamatan dan keamanan penumpang selama perjalanan. Kepada masyarakat yang belum mendapatkan tiket gratis, ia mengimbau agar tetap mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelayaran Dharma Indah (PDI), Johny de Queljoe, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Maluku dan seluruh stakeholder yang dinilainya menunjukkan dukungan nyata terhadap program pemerintah pusat dalam meringankan beban masyarakat.
“Kami bangga karena pemerintah provinsi hadir dan mendukung penuh program mudik gratis ini. Sebagai daerah kepulauan, Maluku sangat bergantung pada transportasi laut,” katanya.
Johny menjelaskan, kuota mudik gratis tahun 2025 mengalami penurunan signifikan akibat kebijakan efisiensi anggaran, dari sekitar 8.500 tiket tahun lalu menjadi 4.256 tiket tahun ini. Meski demikian, pihaknya tetap mengawal usulan penambahan kuota yang telah diajukan Pemerintah Provinsi Maluku.
“Ini adalah bentuk keringanan bagi masyarakat, terutama mahasiswa dan warga kurang mampu, agar bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga saat Natal,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa program mudik gratis merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjamin keselamatan, kenyamanan, dan keterjangkauan transportasi.
“Mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin untuk mempererat tali kasih, persaudaraan, dan kebersamaan,” ujar Gubernur.
Ia mengimbau seluruh peserta mudik untuk mematuhi aturan dan arahan petugas serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Kepada para operator transportasi, Gubernur meminta agar pelayanan terbaik diberikan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kelaikan sarana prasarana.
“Mari kita jadikan momentum Natal dan Tahun Baru ini untuk memperkuat nilai-nilai cinta kasih, toleransi, persaudaraan, dan kedamaian dalam membangun Maluku yang rukun, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.
Program mudik gratis ini diharapkan dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat Maluku akan transportasi laut yang aman, terjangkau, dan berkeadilan.(IA)




















Komentar