oleh

OJK: Sektor Jasa Keuangan Maluku Stabil, Aset Perbankan Capai Rp34,3 Triliun

banner 468x60

AMBON,IA – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Maluku sepanjang tahun 2025 menunjukkan kondisi yang relatif stabil dan positif, dengan tren pertumbuhan yang diperkirakan terus meningkat hingga akhir Desember 2025.

Hal tersebut disampaikannya kepada media dalam kegiatan Media Gathering dan Apresiasi Media Massa Tahun 2025 yang digelar di Kantor OJK Maluku, Kamis (18/12/2025).

banner 336x280

“Sepanjang tahun ini, khususnya di Triwulan IV, pertumbuhan sektor jasa keuangan di Maluku relatif stabil dan diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun,” ujar Andi Muhammad Yusuf.

Ia menjelaskan, sektor jasa keuangan di Maluku masih didominasi oleh sektor perbankan, disusul pasar modal sebagai pilar utama. Hingga periode Januari–November 2025, aset perbankan di Maluku tercatat tumbuh 6,65 persen secara tahunan (year on year), dengan total aset mencapai Rp34,3 triliun, baik pada bank umum maupun Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp20,17 triliun, dengan pertumbuhan hampir 5 persen. Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp17,4 triliun, tumbuh 6,45 persen hingga November 2025.

“Kami optimistis kinerja ini akan terus membaik hingga akhir tahun, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor,” jelasnya.

Dari sisi risiko, kondisi perbankan di Maluku dinilai masih dalam batas aman. Tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada di angka 2,78 persen, jauh di bawah ambang batas 5 persen. Sementara itu, rasio intermediasi perbankan mencapai 115 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan sangat aktif.

Meski demikian, Andi mengakui struktur penyaluran kredit di Maluku masih didominasi sektor konsumtif, sejalan dengan struktur ekonomi daerah yang sekitar 67 persen berbasis konsumsi. Namun, kredit produktif juga menunjukkan porsi signifikan, yakni sekitar 60 persen, terutama pada kredit modal kerja dan investasi.

Selain perbankan, sektor pasar modal di Maluku juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi. Jumlah investor pasar modal tumbuh sekitar 22,5 persen, dengan total investor mencapai 61.500 orang. Nilai outstanding transaksi pasar modal tercatat meningkat hingga 41 persen, mencapai Rp220,9 miliar, dengan jumlah rekening mencapai 33.400.

Di sektor keuangan mikro, terdapat satu lembaga keuangan mikro syariah yang memiliki aset mencapai Rp4,31 miliar, yang turut berkontribusi dalam memperluas akses keuangan masyarakat.

Andi menambahkan, OJK Maluku terus mendorong pemerataan akses keuangan hingga ke daerah-daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Berbagai program pembiayaan terus digalakkan, termasuk program pembiayaan melawan rentenir, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), serta pengembangan ekonomi masyarakat.

Selain itu, sepanjang tahun 2025 OJK Maluku telah melaksanakan 379 kegiatan literasi dan edukasi keuangan, dengan jumlah peserta mencapai 89.972 orang.

“Tahun depan kami akan melibatkan rekan-rekan media untuk turun langsung bersama kami ke lapangan, termasuk ke wilayah terluar dan kepulauan, agar media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi duta literasi keuangan,” pungkasnya.

OJK berharap kolaborasi yang semakin erat dengan media massa dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko aktivitas keuangan ilegal.(IA)

 

 

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *