Tiakur, Info-Aktual.com, – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengajak para pelaku usaha memanfaatkan Program Tol Laut secara optimal pada 2026, guna memperlancar distribusi barang dan menekan disparitas harga di wilayah kepulauan.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Rapat Optimalisasi Penyelenggaraan Pelayanan Program Tol Laut Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati MBD, Jumat (23/1/2026).
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kabupaten MBD melalui Kepala Bidang Perdagangan William Renjaan mengatakan, pada Tahun Anggaran 2026 terdapat dua trayek Tol Laut yang melayani wilayah MBD, yakni Trayek T-12 dan Trayek T-16 dengan pelabuhan pangkalan Tanjung Perak, Surabaya.
Trayek T-12 melayani rute Tanjung Perak–Kisar–Letti–Moa–Ilwaki–Tanjung Perak, sedangkan Trayek T-16 melayani rute Tanjung Perak–Tepa–Larat–Tanjung Perak. Kedua trayek tersebut dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional dengan jadwal kedatangan kapal satu kali setiap bulan.
Untuk mendukung kelancaran distribusi barang, pemerintah menetapkan kuota kontainer Tol Laut 2026 dengan rincian Pelabuhan Kisar sebanyak 10 kontainer, Letti enam kontainer, Moa 25 kontainer, Ilwaki tiga kontainer, dan Tepa tujuh kontainer. Setiap kontainer memiliki kapasitas angkut hingga 20 ton.
Renjaan menjelaskan, jenis barang yang diangkut melalui Program Tol Laut meliputi barang kebutuhan pokok dan barang penting sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, seperti beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, daging, telur, ikan segar, pupuk, gas elpiji 3 kilogram, semen, serta bahan bangunan.
Selain itu, diangkut pula barang kebutuhan lain seperti air minum dalam kemasan, obat-obatan, makanan kemasan, perlengkapan rumah tangga, hingga pakan ternak dan ikan.
Ia menyebutkan, biaya sewa kontainer berada pada kisaran Rp8,1 juta hingga Rp8,5 juta per kontainer. Dengan jumlah pengguna jasa Tol Laut yang mencapai sekitar 85 consignee, kuota kontainer yang tersedia dinilai belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan.
“Sebagian besar pengusaha lokal hanya mampu membiayai satu hingga dua kontainer dalam setiap trayek, sehingga diperlukan optimalisasi pemanfaatan program serta dukungan penambahan kuota kontainer,” katanya.
Pemerintah daerah berharap para pengguna jasa dapat memanfaatkan Program Tol Laut secara maksimal, mengingat adanya subsidi pemerintah yang bertujuan membantu pengusaha dan masyarakat dalam menjamin ketersediaan barang kebutuhan serta menjaga stabilitas harga di wilayah Maluku Barat Daya. (IA-01)
















Komentar