Tiakur, Info-Aktual.com, — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Maluku Barat Daya menggelar musyawarah cabang (muscab) dengan menetapkan lima bakal calon ketua hasil pemetaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), menandai perubahan mekanisme rekrutmen kepemimpinan partai di tingkat daerah.
Musyawarah cabang yang berlangsung di Aula Penginapan Scorpion pada 11 April itu tidak lagi menggunakan mekanisme pemilihan langsung oleh Pengurus Anak Cabang (PAC), sebagaimana periode sebelumnya.
Sebaliknya, seluruh bakal calon telah melalui proses pemetaan oleh DPP bersama DPW, sebelum ditetapkan melalui surat keputusan sebagai kandidat yang mengikuti tahapan selanjutnya.
Sekretaris DPC PKB MBD, Karel Lilai Helnia, mengatakan mekanisme baru ini bertujuan menjaring figur terbaik secara lebih terukur dan objektif.
“Seluruh bakal calon telah dipetakan oleh DPP sebelum muscab. Nama-nama yang ditetapkan merupakan kader terbaik yang dinilai layak untuk mengikuti proses seleksi lanjutan,” kata Karel.
Ia menambahkan, proses penjaringan kepemimpinan PKB kali ini juga membuka ruang lebih luas, tidak hanya bagi kader internal, tetapi juga figur dari luar partai.
Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan untuk memperkuat kualitas kepemimpinan sekaligus memperluas basis dukungan politik PKB di daerah.
Sebanyak lima nama ditetapkan sebagai bakal calon Ketua DPC PKB MBD, yakni Seblone Ditiolebit, Karel Lilai Helnia, Risanti Maylekilela, Zeth Oskar Faumasse, dan Henrita Natalia Jermias.

Karel juga menyoroti kehadiran figur perempuan dalam kontestasi tersebut. Ia menyebut majunya bendahara DPC sebagai kandidat merupakan bentuk kepercayaan DPP terhadap peran perempuan dalam kepemimpinan partai.
“Bendahara DPC dipercaya oleh DPP sebagai salah satu kandidat. Ini menunjukkan komitmen partai dalam mendorong srikandi untuk tampil memimpin. Meski maju sebagai calon ketua, yang bersangkutan tetap menjalankan tugas bendahara sesuai prinsip dan perintah partai,” ujarnya.
Tahapan berikutnya, para kandidat akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap, yakni di Ambon pada 1–10 Mei, dan tahap lanjutan di Jakarta.
Hasil akhir penentuan ketua DPC sepenuhnya akan diputuskan oleh DPP berdasarkan hasil evaluasi dalam proses tersebut.
Karel menegaskan seluruh kandidat berkomitmen menjaga soliditas internal partai selama proses berlangsung.
“Kami sepakat bersaing secara sehat dan tetap menjunjung tinggi keputusan DPP. Tidak ada ruang untuk perpecahan, karena tujuan utama adalah membesarkan partai,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk bersabar menunggu hasil akhir serta tetap menjaga persatuan.
PKB MBD menargetkan konsolidasi melalui muscab ini dapat memperkuat struktur partai dan meningkatkan perolehan kursi di DPRD hingga terbentuk satu fraksi utuh pada periode mendatang. (IA-01)














Komentar