oleh

Puluhan Siswa SMP PGRI Kaiwatu Suarakan Aspirasi Soal Kekurangan Guru

banner 468x60

Tiakur, Info-Aktual.com, – Puluhan siswa SMP PGRI Kaiwatu, Kabupaten Maluku Barat Daya, menyampaikan aspirasi terkait keterbatasan tenaga pendidik yang dinilai menghambat proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Penyampaian aspirasi dilakukan oleh para siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP PGRI Kaiwatu pada Kamis (22/1/2026) di halaman sekolah, di Desa Kaiwatu, Kecamatan Moa.

banner 336x280

Sekitar 30 siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan membawa spanduk, poster, serta menggunakan pengeras suara.

Ketua OSIS SMP PGRI Kaiwatu, Dresya V. Parsiena, dalam orasinya menyatakan ketiadaan guru selama ini merugikan siswa dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.

Menurut dia, hak siswa untuk memperoleh pendidikan yang layak belum terpenuhi secara optimal, karena kurangnya tenaga guru di sekolah mereka.

SMP PGRI Kaiwatu
Puluhan Siswa SMP PGRI Kaiwatu menyampaikan aspirasi di halaman sekolah mereka, Kamis (22/1/2026).

“Kami datang ke sekolah untuk belajar, tetapi proses pembelajaran tidak berjalan sebagaimana mestinya karena kekurangan guru. Kami meminta yayasan segera mendatangkan tenaga pendidik agar kegiatan belajar mengajar kembali normal,” ujarnya.

Sekretaris OSIS, Salasa J. Lohrau, menambahkan siswa berharap kualitas pembelajaran di SMP PGRI Kaiwatu dapat setara dengan sekolah negeri.

Ia juga menyampaikan aspirasi agar sekolah dapat beralih status menjadi sekolah negeri apabila yayasan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala SMP PGRI Kaiwatu Jois Liko menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi siswa yang dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab. Ia mengakui keterbatasan jumlah guru telah berdampak pada proses pembelajaran.

SMP PGRI Kaiwatu
Puluhan Siswa SMP PGRI Kaiwatu menyampaikan aspirasi di halaman sekolah mereka, Kamis (22/1/2026).

Pihak sekolah, kata Jois, telah berkoordinasi dengan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) untuk mencari solusi, termasuk penambahan tenaga pendidik.

Terkait usulan perubahan status sekolah menjadi negeri, ia menyebut hal tersebut merupakan kewenangan yayasan dan pemerintah, namun aspirasi siswa akan diteruskan sebagai bahan pertimbangan.

“Kami berkomitmen memperjuangkan hak pendidikan siswa dan berharap seluruh siswa tetap menjaga situasi sekolah tetap kondusif sambil menunggu hasil koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

Kegiatan penyampaian aspirasi berakhir sekitar pukul 10.00 WIT. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. (IA-01)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *