oleh

Wali Kota Ambon: Festival Budaya Maluku Wujud Ruang Ekspresi Budaya Dukung Ambon Kota Musik Dunia

banner 468x60

AMBON,IA– Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya dalam mendukung pemajuan kebudayaan dan penguatan identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia melalui pelaksanaan Festival Budaya Maluku 2025.

Hal ini disampaikan dalam sambutan Wali Kota Ambon yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, pada pembukaan festival kebudayaan tersebut,Sabtu (13/12/2025)

banner 336x280

Dalam sambutan itu disampaikan bahwa Festival Budaya Maluku 2025 menjadi momentum refleksi sekaligus ruang ekspresi bagi komunitas budaya di Kota Ambon dalam mendukung status Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang diakui UNESCO.

“Melalui musik dan tari, Kota Ambon hadir sebagai kota dengan identitas budaya yang mempesona, di mana siapa saja dapat datang dan menikmati nuansa budaya dari setiap sudut ruang Kota Ambon,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Atas nama masyarakat Kota Ambon, Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Maluku yang selama ini konsisten mendukung Ambon melalui berbagai program unggulan, khususnya dalam menopang Ambon sebagai Kota Musik Dunia.

Sambutan tersebut juga menegaskan bahwa Kota Ambon saat ini terus berbenah sebagai Kota Musik Dunia, yang berarti Ambon harus menjadi rumah bersama bagi seluruh warga, tanpa memandang latar belakang etnis dan budaya.

“Kota Ambon bukan hanya milik etnis Maluku, tetapi telah memberi ruang bagi tumbuh dan berkembangnya kebudayaan suku bangsa Nusantara,” ungkapnya.

Hal tersebut tercermin dalam Festival Budaya Maluku 2025 yang menampilkan beragam tarian tradisional, pakaian adat, serta musik tradisional dari berbagai daerah, yang tidak lagi didominasi oleh satu etnis atau budaya tertentu. Keberagaman ini dinilai sebagai kekuatan bersama dalam membangun Ambon sebagai Kota Musik Dunia.

Dalam sambutan itu juga disampaikan filosofi budaya orang Ambon yang dikenal dengan istilah “Tampak Kabaresi”, yakni gagah dan perkasa seperti pohon sagu, namun berhati terbuka dan bersih bagaikan pati sagu. Filosofi ini mencerminkan karakter masyarakat Ambon yang terbuka, ramah, dan menerima siapa saja yang datang.

“Nilai ini sejalan dengan tema Festival Budaya Maluku 2025, yakni Ambon Kota Musik Dunia untuk Maluku, yang menempatkan Ambon sebagai instrumen utama pelestarian kebudayaan di daerah Maluku,” lanjut sambutan tersebut.

Menutup sambutan, Pemerintah Kota Ambon menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas suksesnya pelaksanaan Festival Budaya Daerah Maluku 2025, serta partisipasi aktif BPK Wilayah XX Maluku yang selama ini membantu pemerintah daerah dalam membangun kebudayaan Maluku berbasis nilai-nilai budaya dan mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia(IA)

 

 

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *