Ambon,Info-Aktual.com — Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyampaikan Pidato Akhir Tahun 2025 melalui akun media sosial TikTok resminya, Kamis (1/1/2026), menjelang berakhirnya tahun 2025.
Dalam pidato tersebut, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk melakukan refleksi bersama atas perjalanan pembangunan sepanjang tahun 2025, sekaligus meneguhkan optimisme dalam menyongsong tahun 2026.
Mengawali penyampaiannya, Bodewin Wattimena menegaskan bahwa perjalanan Kota Ambon sepanjang 2025 bukanlah perjalanan yang mudah. Namun, berkat tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat, berbagai tantangan dapat dilewati bersama.
“Kita akan segera mengakhiri tahun 2025. Perjalanan panjang sepanjang tahun ini tidaklah mudah, tetapi kita dapat melewatinya bersama. Karena itu, patutlah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.
Wali Kota mengajak masyarakat menjadikan akhir tahun sebagai momentum refleksi, merenungkan apa yang telah dilakukan sepanjang 2025, serta mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menata tahun 2026 agar Ambon tetap eksis dan bertumbuh.
Bodewin menjelaskan, sepanjang tahun 2025 Pemerintah Kota Ambon dihadapkan pada tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Pemerintah dituntut untuk tetap menghadirkan layanan publik yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan iklim dan risiko kebencanaan, serta responsif dalam menjaga stabilitas keamanan, di tengah keterbatasan anggaran.
Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga menghadapi tantangan eksternal di luar kewenangan daerah, seperti keterbatasan ruang fiskal akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, ketidakpastian geopolitik global, serta gangguan pasokan pangan dan energi yang berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok.
Meski demikian, Wali Kota menegaskan bahwa solidaritas dan kebersamaan warga Ambon merupakan modal sosial terbesar dalam menopang pembangunan daerah.
“Keberhasilan pembangunan di Kota Ambon sangat dipengaruhi oleh kerja-kerja kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Wali Kota Ambon juga memaparkan sejumlah capaian indikator makro pembangunan hingga kuartal ketiga tahun 2025, antara lain:
Pertumbuhan ekonomi Kota Ambon pada kuartal III 2025 tercatat sebesar 4,82 persen. Angka ini masih di bawah target RKPD 2025 sebesar 5,32 persen, namun berdasarkan tren kuartal I–III, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melampaui target pada kuartal IV.
Persentase penduduk miskin pada kuartal III 2025 sebesar 4,34 persen atau sekitar 22.300 jiwa, lebih rendah dari target RKPD 2025 sebesar 5,05 persen, dengan garis kemiskinan Rp783.697.
Inflasi Kota Ambon pada November 2025 tercatat 2,93 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi November dalam empat tahun terakhir yang mencapai 3,86 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 1,47 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon pada kuartal III 2025 mencapai 83,97 poin, tertinggi di Provinsi Maluku dan masuk kategori IPM tinggi secara nasional, sekaligus melampaui target 2025 sebesar 83,5 poin.
Arah Pembangunan dan Program Prioritas,Wali Kota juga menegaskan bahwa capaian tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030, yang menetapkan visi pembangunan Ambon berkelanjutan, dengan empat misi utama: Ambon Manise, Ambon Inklusif, Ambon Toleran, dan Ambon Berkelanjutan.
Visi dan misi tersebut diakselerasi melalui 17 program prioritas, yang hingga akhir 2025 menunjukkan perkembangan signifikan, di antaranya:
Prioritas akses air bersih, melalui Perumda Tirta Yapono, dengan penambahan 254 pelanggan baru, rehabilitasi dan pengembangan jaringan sepanjang 535 meter, pembangunan instalasi pengolahan air di Negeri Batu Merah, pengembangan jaringan distribusi di Negeri Soya dan Kelurahan Negeri Lama, serta pembangunan sarana air bersih di 10 lokasi dengan total 572 sambungan rumah.
Pengelolaan persampahan dan penataan lingkungan, melalui penyediaan 50 unit bak sampah higienis di 30 lokasi TPS semu, pemasangan jaring penanganan sampah di muara sungai, penambahan armada angkutan sampah, alat berat, serta peningkatan pengelolaan TPA dan sosialisasi kepada masyarakat.
Pengurangan kemacetan, melalui pembangunan jalan alternatif, rekayasa lalu lintas, dan penataan transportasi publik, termasuk pendataan terminal dan penataan sistem transportasi kota.
Menutup pidatonya, Wali Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan optimistis menghadapi tahun 2026.
“Dengan kebersamaan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, saya yakin Kota Ambon akan terus bertumbuh dan mampu menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.(IA)




















Komentar