AMBON,IA – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa Kota Ambon tetap dalam kondisi aman dan kondusif, meskipun belakangan ini terjadi sejumlah peristiwa kriminal yang mendapat sorotan luas di media sosial dan pemberitaan.
Hal tersebut disampaikan Wattimena saat diwawancarai di Balai Kota Ambon, Senin (15/12/2025).
Menurutnya, tindakan kriminal bukan hanya terjadi di Kota Ambon, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak serta-merta menarik kesimpulan bahwa Ambon adalah kota yang tidak aman hanya karena satu atau dua kejadian.
“Saya pikir begini, kejadian-kejadian tindakan kriminal itu terjadi di mana-mana. Yang mesti kita siapkan adalah kewaspadaan dan mawas diri. Pastikan kita bukan pelaku tindakan kekerasan,” tegas Wali Kota.
Ia mengimbau masyarakat agar setiap persoalan hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dan tidak diselesaikan dengan cara-cara kekerasan yang justru merugikan banyak pihak.
“Kalau ada masalah, silakan serahkan kepada kepolisian. Kita berharap pihak kepolisian dapat secepatnya menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada,” ujarnya.
Wattimena menjelaskan, tugas Pemerintah Kota Ambon adalah memastikan seluruh warga dapat hidup dalam suasana damai, aman, dan tertib. Namun, ia menegaskan bahwa sebaik apa pun sistem pemerintahan, tidak mungkin mengawasi masyarakat selama 24 jam penuh.
“Semampu apa pun sistem pemerintahan, kita tidak bisa mengawal masyarakat satu kali dua puluh empat jam. Semua kembali kepada pribadi kita masing-masing,” katanya.
Ia mengajak seluruh warga untuk menempatkan Kota Ambon sebagai rumah bersama yang harus dijaga, dengan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Menanggapi stigma negatif yang berkembang, Wali Kota mempertanyakan dasar penilaian yang menyebut Ambon tidak aman.
“Siapa bilang Kota Ambon tidak aman? Dari mana kita menilai? Apakah di kota-kota lain di Indonesia tidak terjadi tindakan kriminal? Terjadi semua,” ungkapnya.
Menurut Wattimena, karena Ambon merupakan kota kecil, setiap kejadian cepat menjadi viral dan menimbulkan persepsi seolah-olah seluruh kota berada dalam kondisi tidak aman.
“Masa satu kejadian bisa mewakili 366 ribu lebih warga Kota Ambon, lalu dibilang Ambon tidak aman?” tegasnya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil kesimpulan secara prematur tanpa didukung data yang akurat dan objektif.
Lebih jauh, Wali Kota menyoroti dampak serius dari pemberitaan dan viralnya informasi yang membangun citra negatif terhadap Kota Ambon, khususnya di sektor investasi.
“Citra negatif ini merugikan kita bersama. Banyak hal yang terlepas dari genggaman kita, misalnya investor yang sudah mau masuk akhirnya mundur karena merasa tidak ada jaminan keamanan dan ketertiban,” jelasnya.
Meski demikian, Wattimena tidak menolak peran media dan media sosial dalam menyebarkan informasi, namun mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam menyajikan dan menyikapi pemberitaan.
“Viral itu penting, tapi mari kita jaga bersama. Jangan sampai pemberitaan justru merugikan kota yang kita cintai ini,” pungkasnya.(IA)

















Komentar