oleh

Perkuat Kerja Sama Lintas Batas, Indonesia-Timor-Leste Bahas Pasar Ekspor Mingguan Ataúro

banner 468x60

 

TIAKUR, InfoAktual.com,-Kerja sama ekonomi dan perdagangan antara masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste terus diperkuat. Delegasi dari Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang dipimpin Camat Wetar Barat, Frangky Nahakwain, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Ataúro, Timor-Leste, untuk membahas persiapan pelaksanaan Pasar Ekspor Mingguan Ataúro yang direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026.

banner 336x280

Pertemuan tersebut berlangsung di Ataúro, Jumat (25/9/2026). Delegasi Indonesia diterima Pimpinan Otoritas Administratif Ataúro bersama Menteri Perdagangan dan Industri Timor-Leste, Nino Pereira.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang penguatan perdagangan lintas batas serta peran pasar mingguan dalam membuka akses pemasaran bagi hasil bumi, produk usaha, dan kerajinan masyarakat dari kedua wilayah.

Camat Wetar Barat, Frangky Nahakwain, menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, keberadaan Pasar Ekspor Mingguan Ataúro tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kembali hubungan kekeluargaan dan persaudaraan yang telah lama terjalin antara masyarakat Wetar Barat dan Ataúro.

“Kedekatan geografis antara Wetar Barat dan Ataúro merupakan modal yang harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai komunikasi dan koordinasi antara pemerintah maupun masyarakat kedua wilayah perlu terus ditingkatkan, terutama untuk menciptakan peluang pemasaran yang adil dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.

Pasar tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat perbatasan Indonesia untuk memperkenalkan berbagai potensi hasil alam dan produk kerajinan. Karena itu, para pelaku usaha didorong untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, serta tampilan kemasan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Program Pasar Ekspor Mingguan Ataúro merupakan bagian dari langkah Pemerintah Konstitusional IX Timor-Leste melalui Kementerian Perdagangan dan Industri untuk mendorong pengembangan produk lokal Ataúro sekaligus memperluas jaringan perdagangan dengan negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.

Menteri Perdagangan dan Industri Timor-Leste, Nino Pereira, mengatakan pasar mingguan tersebut memiliki nilai strategis dalam membuka peluang perdagangan baru dan meningkatkan nilai ekspor produk dari wilayah Ataúro.

Menurutnya, pelaku usaha perlu memperhatikan sejumlah aspek penting, mulai dari kualitas produk, kapasitas dan ketepatan waktu produksi, desain kemasan, hingga pemenuhan standar yang berlaku di pasar internasional.

Selain itu, keterbukaan informasi mengenai tren dan kebutuhan pasar, ketentuan ekspor, harga, serta jumlah dan jenis produk yang dibutuhkan juga dinilai penting. Informasi tersebut diharapkan membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memahami peluang serta memperluas akses ke pasar kawasan ASEAN.

Dalam pertemuan tersebut turut dibahas pemanfaatan platform perdagangan Asia Mercantile Exchange sebagai salah satu sarana untuk mempromosikan produk unggulan, memperluas jaringan bisnis, dan mempertemukan pelaku usaha Timor-Leste dengan calon mitra dagang dari negara-negara ASEAN.

Pemerintah Timor-Leste juga menyoroti pentingnya dukungan akses permodalan bagi pelaku usaha. Fasilitasi pembiayaan diharapkan dapat membantu pengusaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas diversifikasi produk, memperbaiki kemasan, serta menjangkau pasar internasional.

Bagi masyarakat Wetar Barat dan wilayah perbatasan lainnya, penguatan hubungan dagang dengan Ataúro memiliki arti penting. Selain faktor kedekatan geografis, hubungan sosial dan persaudaraan masyarakat kedua wilayah telah berlangsung sejak lama.

Kehadiran delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam mendorong kerja sama lintas batas yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Jika terealisasi sesuai rencana, Pasar Ekspor Mingguan Ataúro diharapkan tidak hanya menjadi ruang transaksi perdagangan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan sosial, ekonomi, dan persaudaraan antara masyarakat Indonesia dan Timor-Leste.

Kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang sehingga mampu membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk lokal dari kawasan perbatasan menuju pasar regional ASEAN.(IA.01)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed