TIAKUR, Info-Aktual.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kalwedo Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menerapkan sistem distribusi air bersih secara bergilir menyusul gangguan pada jaringan transmisi dan pemadaman listrik yang berdampak pada penurunan tekanan serta pasokan air kepada pelanggan.
Direktur Perumdam Tirta Kalwedo Kabupaten MBD, Adam Lewier, mengatakan gangguan pelayanan air bersih mulai dirasakan sejak terjadinya pemadaman aliran listrik pada 9 Agustus 2026.
Menurutnya, pemadaman listrik pada siang hari yang kemudian berlanjut hingga malam hari, khususnya di wilayah luar Kota Tiakur, menyebabkan sistem distribusi air terganggu hingga sekitar pukul 03.00 WIT.
“Akibat pemadaman tersebut, tekanan air mengalami penurunan karena pipa-pipa dalam kondisi kosong. Ketika listrik kembali menyala, kami melakukan pengisian dan distribusi air, tetapi kondisi pelayanan belum bisa langsung kembali seperti semula,” ujar Adam saat ditemui di ruang kerjanya di Tiakur.
Jaringan Pipa Rusak Berulang Kali
Adam menjelaskan, kondisi pelayanan kemudian semakin diperparah dengan terjadinya kerusakan pada jaringan pipa transmisi secara berulang.
Ia menyebut, sebagian kerusakan tersebut bukan semata-mata disebabkan persoalan teknis, melainkan juga faktor nonteknis.
Menurut Adam, terdapat jaringan pipa yang diduga dicungkil sehingga mengalami kerusakan dan mengganggu distribusi air bersih kepada masyarakat.
“Kami mengalami beberapa kali kerusakan pada jaringan pipa transmisi. Ada kerusakan yang bukan disebabkan persoalan teknis, tetapi faktor nonteknis. Ada pipa yang dicungkil sehingga kami harus kembali melakukan perbaikan,” ungkapnya.
Kerusakan yang cukup berat, kata Adam, terjadi pada Sabtu lalu di kawasan pertigaan Tomas melaira dan kaiwatu.
Lokasi pipa yang berada di dalam tanah membuat proses perbaikan membutuhkan penanganan khusus. Bahkan, Perumdam Tirta Kalwedo harus menggunakan alat berat untuk melakukan penggalian.
“Pipa berada di dalam tanah dan kedalamannya cukup dalam. Karena itu, kami terpaksa menggunakan alat berat untuk melakukan penggalian dan perbaikan jaringan,” jelasnya.
Reservoir Mulai Diisi, Distribusi Dilakukan Bergilir
Adam mengatakan, setelah perbaikan jaringan dilakukan, pihaknya saat ini terus melakukan pengisian reservoir sebagai bagian dari upaya memulihkan pelayanan distribusi air.
Namun, untuk menghindari reservoir kembali kosong apabila air dialirkan secara bersamaan selama 24 jam kepada seluruh pelanggan, Perumdam Tirta Kalwedo sementara menerapkan sistem distribusi secara bergilir.
“Kami mempertimbangkan berbagai keluhan masyarakat. Terhitung saat ini, kami mengambil kebijakan pelayanan distribusi air secara bergilir,” katanya.
Menurutnya, apabila distribusi dilakukan secara bersamaan kepada seluruh pelanggan selama 24 jam, kondisi cadangan air dikhawatirkan kembali kosong dan membutuhkan waktu untuk dilakukan pengisian ulang.
Karena itu, sistem distribusi bergilir saat ini masih terus diuji dan dievaluasi agar pelayanan air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah pelanggan secara bertahap.
“Kami sementara melakukan pengisian reservoir dan menguji sistem distribusi. Harapan kami, dengan sistem ini air dapat kembali mengalir secara bertahap kepada masyarakat,” ujarnya.
Akui Ada Keluhan dan Keresahan Masyarakat
Adam mengakui gangguan distribusi air bersih telah menimbulkan keluhan dan keresahan di tengah masyarakat.
Meski demikian, ia menegaskan Perumdam Tirta Kalwedo tidak tinggal diam dan terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan pelayanan.
“Kami mengakui memang ada keresahan di masyarakat. Air adalah kebutuhan pokok sehingga ketika pelayanan terganggu, tentu masyarakat merasa tidak nyaman. Tetapi kami tidak tinggal diam,” tegasnya.
Menurut Adam, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat tetap menjadi perhatian pihak Perumdam dan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan.
“Kalau ada kritik atau tudingan dari masyarakat, kami tetap siap menerima. Itu juga menjadi masukan dan kritik bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan,” katanya.
Ia menegaskan keberadaan pelanggan merupakan bagian penting dalam keberlangsungan Perumdam Tirta Kalwedo. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk tetap berupaya memberikan pelayanan meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan.
“Dalam kondisi apa pun, kami tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Bersabar
Di tengah proses pemulihan sistem distribusi, Adam meminta masyarakat dan pelanggan Perumdam Tirta Kalwedo untuk tetap bersabar.
Ia memahami air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga gangguan pelayanan tentu sangat dirasakan oleh pelanggan.
Namun, menurutnya, proses pemulihan membutuhkan waktu karena Perumdam masih melakukan sejumlah rekayasa pelayanan dan pengisian kembali cadangan air.
“Kami menyarankan kepada seluruh pelanggan untuk tetap bersabar. Kami memahami air merupakan kebutuhan pokok dan masyarakat tentu membutuhkan pelayanan yang cepat. Namun, kami terus bekerja dan melakukan berbagai upaya untuk memulihkan distribusi,” katanya.
Adam berharap upaya perbaikan jaringan, pengisian reservoir, serta penerapan sistem distribusi bergilir dapat memperbaiki kondisi pelayanan air bersih secara bertahap.
“Kami terus berupaya agar air dapat kembali mengalir. Memang dalam prosesnya mungkin masih ada sebagian pelanggan yang sudah mendapatkan air dan sebagian lainnya belum. Namun, kami akan terus melakukan evaluasi dan upaya perbaikan,” pungkasnya. (IA.01)














Komentar