WULUR, InfoAktual.com,- Kepolisian Sektor (Polsek) Damer terus memperkuat pendekatan edukatif kepada generasi muda melalui program Polisi Mengajar di SMA Negeri 2 MBD, Desa Wulur, Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Kegiatan yang berlangsung Rabu (7/10/2026) pagi tersebut diikuti 12 siswa kelas X.A dengan menghadirkan Bhabinkamtibmas Desa Wulur, AIPDA Paul Kubela, S.H., sebagai pemateri.
Dalam kegiatan itu, para siswa tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai kesadaran hukum, tetapi juga pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran untuk mendukung proses belajar.
Pada sesi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), siswa diberikan pemahaman mengenai dampak kebiasaan hidup kurang sehat terhadap kondisi tubuh. Mereka juga didorong untuk menjaga kebugaran melalui aktivitas fisik dan olahraga secara rutin.
Materi kemudian dilanjutkan dengan edukasi hukum. Para siswa diperkenalkan dengan aturan yang berlaku, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, termasuk berbagai perilaku yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
AIPDA Paul Kubela menekankan bahwa kesadaran hukum tidak sebatas mengetahui larangan dan aturan tertulis. Menurutnya, pemahaman tersebut harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti disiplin, menghormati guru, menghargai teman, menjaga ketertiban, serta mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai materi yang disampaikan sehingga tercipta komunikasi dua arah antara kepolisian dan pelajar.
Kapolsek Damer IPDA Alex A. Frans mengatakan, kehadiran personel kepolisian di sekolah merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda sejak dini.
Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga membangun kemitraan dengan dunia pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib.
«“Kami ingin kehadiran Polisi di sekolah tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra dan pembimbing bagi para siswa,” kata Alex.»
Ia menegaskan, pemahaman mengenai konsekuensi dari setiap tindakan penting ditanamkan kepada pelajar agar mereka mampu mengambil keputusan secara bijak.
«“Kesadaran hukum harus dibangun sejak dini. Kami berharap para siswa dapat memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, sehingga mereka mampu mengambil keputusan secara bijak, menghormati aturan dan ikut menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.»
Sementara itu, Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., mengapresiasi pelaksanaan program Polisi Mengajar yang dilakukan jajaran Polsek Damer.
Menurutnya, interaksi langsung antara polisi dan pelajar dapat menjadi sarana membangun kepercayaan sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda.
«“Polisi Mengajar merupakan salah satu bentuk pendekatan Polri yang humanis kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, anggota Polri dapat hadir secara langsung di tengah-tengah siswa, mendengarkan mereka, memberikan edukasi serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kesadaran hukum,” ujar AKBP Budhi.»
Kapolres juga meminta agar edukasi hukum kepada pelajar disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan demikian, siswa dapat membedakan perilaku yang sesuai aturan dengan tindakan yang berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
Menurutnya, pemahaman hukum tidak seharusnya dibangun melalui rasa takut, tetapi melalui kesadaran mengenai pentingnya aturan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kesadaran hukum, AKBP Budhi menilai kesehatan dan kebugaran merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
«“Pendidikan tidak hanya berbicara mengenai prestasi akademik. Kesehatan, kedisiplinan, karakter dan kemampuan memahami aturan juga merupakan bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh,” ungkapnya.»
Kapolres berharap sinergi antara kepolisian dan satuan pendidikan terus diperkuat. Komunikasi yang terbangun sejak dini dinilai dapat membantu mencegah berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi perkembangan pelajar.
Ia juga mengajak guru, orang tua, dan siswa untuk bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan agar tetap sehat, aman, dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa SMA Negeri 2 MBD diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kesehatan dan kesadaran hukum, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Program Polisi Mengajar sekaligus menjadi bagian dari upaya Polsek Damer menghadirkan pendekatan kepolisian yang edukatif dan humanis, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan dunia pendidikan di Kecamatan Damer.(LB.01)




















Komentar