Tiakur, Info-Aktual.com, – Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 151/Binaya Kolonel Inf Dian Aksadiyanmita meninjau pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) guna memastikan progres pembangunan berjalan sesuai standar teknis dan target yang ditetapkan.
Peninjauan terhadap pembangunan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu, dilakukan pada Senin (5/5/2026) sebagai bagian dari pengawasan pembangunan fasilitas ekonomi desa di wilayah kepulauan.
Peninjauan dipimpin Kepala Seksi Teritorial Korem 151/Binaya Kolonel Inf Dian Aksadiyanmita dengan didampingi Komandan Kodim 1511/Pulau Moa Letkol Inf Nuriman Siswandi, Pasiter Kodim 1511/Pulau Moa Kapten Inf Rudi Totomutu, serta Pasilog Kodim Pulau Moa Kapten Arm Ruben Souhuat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit Bin Kombak Dirter Pusterad Kolonel Inf M. Ibnu Subroto dan Kabag Komsos Ditbinkombak Letkol Arh Rahmat Hidayat.
Rombongan meninjau sejumlah lokasi pembangunan KDKMP di Desa Wakarleli dan Kelurahan Tiakur, Pulau Moa.
Kolonel Dian Aksadiyanmita mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan bangunan koperasi yang sedang dikerjakan memenuhi aspek keamanan, fungsi, serta sesuai dengan standar teknis dan tata ruang yang berlaku.
“Peninjauan ini penting untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan sehingga nantinya bangunan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” katanya.
Program pembangunan KDKMP merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa, khususnya di Kabupaten MBD yang termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sebelumnya, Komandan Kodim 1511/Pulau Moa Letkol Inf Nuriman Siswandi menyatakan terdapat sekitar 80 titik koperasi desa dan kelurahan yang direncanakan dibangun di wilayah MBD berdasarkan hasil survei dan pemetaan lahan.
Menurut dia, pembangunan dilakukan dengan pola karya bakti padat karya yang melibatkan masyarakat setempat untuk mempercepat proses pekerjaan, sekaligus memberdayakan tenaga kerja lokal.
“Setiap titik pembangunan melibatkan masyarakat desa. Selain mempercepat pekerjaan, program ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan koperasi desa nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari distribusi kebutuhan pokok hingga pengembangan usaha produktif desa.
Namun demikian, pelaksanaan pembangunan di wilayah kepulauan seperti MBD menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan akses transportasi dan distribusi material antar pulau.
“Kondisi geografis MBD yang terdiri dari banyak pulau menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam pengiriman material bangunan,” katanya.
Selain itu, material seperti baja dan rangka atap harus didatangkan dari luar daerah karena keterbatasan bahan konstruksi di sejumlah pulau.
Kodim 1511/Pulau Moa juga terus mempercepat distribusi rangka atap ke berbagai wilayah pembangunan koperasi.
Hingga saat ini, sebanyak 37 titik rangka atap telah didistribusikan ke sejumlah pulau di MBD, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pabrikasi dan pengiriman.
Distribusi tersebut meliputi Pulau Moa, Letti, Lakor, Damer, Sermatang, Tepa, Wetang, hingga Wetar.
Dandim berharap percepatan pembangunan koperasi desa tersebut dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat dan mendukung pemerataan pembangunan di kawasan kepulauan. (IA-01)



















Komentar