Tiakur, Info-Aktual.com, – Tim Survei Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah desa di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), yang diusulkan sebagai calon penerima program pengembangan kawasan perikanan tersebut.
Verifikasi dilakukan untuk menilai potensi sumber daya perikanan, kesiapan masyarakat, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung di desa-desa yang diusulkan pemerintah daerah.
Ketua Tim Survei, Rani Hafsaridewi, saat melakukan kunjungan di Desa Nusiata, Kecamatan Wetang, Sabtu (30/5/2026), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses identifikasi dan penilaian calon lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih.
“Survei ini bertujuan memperoleh gambaran kondisi desa, potensi perikanan, serta kesiapan masyarakat dalam mendukung program. Hasilnya akan menjadi bahan kajian dan rekomendasi dalam proses penetapan lokasi,” kata Rani.
Selama proses verifikasi, tim melakukan observasi lapangan dan berdialog dengan pemerintah desa, kelompok nelayan, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya guna mengumpulkan data sosial ekonomi, aktivitas perikanan, dan kondisi infrastruktur penunjang.
Menurut Rani, hasil survei akan menjadi salah satu dasar bagi pemerintah pusat dalam menentukan desa-desa yang memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya, Herdy M. Ubro, mengatakan pemerintah daerah mengusulkan enam desa sebagai calon lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih.
Enam desa itu yakni Desa Ustutun di Kecamatan Wetar Barat, Desa Lebelau di Kecamatan Kisar Utara, Desa Solath di Kecamatan Romang, Desa Nusiata di Kecamatan Wetang, Desa Ahanari di Kecamatan Babar Timur, dan Desa Ilmarang di Kecamatan Dawelor Dawera.
Menurut Herdy, usulan tersebut didasarkan pada potensi perikanan yang dimiliki masing-masing desa, keberadaan komunitas nelayan yang aktif, serta kebutuhan peningkatan fasilitas pendukung sektor perikanan.

“Saat ini tim survei melakukan verifikasi di tiga lokasi, yakni Desa Lebelau, Desa Nusiata, dan Desa Ahanari. Hasil survei ini akan menjadi dasar penilaian dalam proses penetapan lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Desa Ustutun di Pulau Wetar akan menjadi lokasi survei berikutnya. Penjadwalan kunjungan disesuaikan dengan kondisi transportasi antarpulau dan keterbatasan jumlah personel tim survei yang bertugas di wilayah MBD.
Selain enam desa yang diusulkan tahun ini, Herdy mengatakan pada 2025 tim KNMP juga telah melakukan survei di Dusun Siota, Desa Klis, Kecamatan Moa, serta Desa Nuwewang, Kecamatan Letti.
Kedua lokasi tersebut saat ini telah menyelesaikan seluruh tahapan penilaian dan berada pada proses akhir evaluasi.
Pemerintah Kabupaten MBD berharap desa-desa yang diusulkan dapat memenuhi seluruh persyaratan sehingga memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta mendorong pembangunan kawasan perikanan yang berkelanjutan di MBD,” kata Herdy.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan kawasan pesisir melalui peningkatan infrastruktur perikanan, penguatan kelembagaan nelayan, pengembangan usaha produktif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Hasil verifikasi lapangan selanjutnya akan dianalisis sebagai bagian dari proses evaluasi sebelum pemerintah menetapkan lokasi penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih. (IA-01)














Komentar