Tepa, Info-Aktual.com, – Wakil Bupati Maluku Barat Daya Agustinus L. Kilikily meletakkan batu pertama pembangunan Pastori Jemaat Gereja Protestan Maluku(GPM) Tepa, Jumat (20/3/2026), menandai dimulainya proyek senilai lebih dari Rp1 miliar yang ditopang komitmen dan gotong royong jemaat.
Pembangunan Pastori I Jemaat GPM Tepa tersebut menjadi langkah awal penyediaan sarana penunjang pelayanan gereja sekaligus tempat tinggal bagi para pelayan jemaat di wilayah tersebut.
Perwakilan Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. W. Terloit, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan pastori tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan pelayanan gereja.
Menurut dia, pastori memiliki peran strategis sebagai pusat pelayanan, pembinaan, serta ruang pergumulan iman bagi jemaat.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan tersebut membutuhkan anggaran lebih dari Rp1 miliar, sehingga diperlukan dukungan penuh dan kebersamaan seluruh jemaat agar proses pembangunan dapat berjalan lancar.
“Pembangunan ini membutuhkan komitmen bersama. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami yakin dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Agustinus Kilikily menyatakan pemerintah daerah mendukung pembangunan sarana keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sosial masyarakat.
Ia menilai keberadaan pastori akan memperkuat pelayanan gereja sekaligus mendukung pembinaan kehidupan spiritual masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan awal, pemerintah daerah menyerahkan bantuan berupa 50 sak semen guna membantu percepatan pembangunan.
“Kami berharap pembangunan ini dapat berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu sehingga dapat menunjang pelayanan jemaat,” kata dia.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri unsur gereja dan pemerintah daerah, antara lain pimpinan klasis, para pendeta, camat, kepala desa, serta jemaat setempat.
Dengan dimulainya pembangunan Pastori GPM Tepa, diharapkan pelayanan gereja semakin optimal serta mampu menjadi pusat pembinaan dan penguatan iman bagi masyarakat di wilayah tersebut. (IA-01)




















Komentar