Tiakur, Info-Aktual.com, — Operasi pencarian korban kecelakaan laut di perairan Pulau Dai, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), kembali diperkuat dengan pengerahan personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud).
Tim Basarnas dan Polairud bergerak menuju Kecamatan Babar Barat untuk bergabung dengan Tim SAR Gabungan yang sebelumnya telah melakukan upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MBD James R. J. Likko mengatakan, tim tersebut telah bertolak dari Pulau Namtabung menuju Tepa pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 07.10 WIT.
“Tim Basarnas dan Polairud pukul 07.10 WIT sudah melakukan perjalanan dari Pulau Namtabung menuju Tepa dan diperkirakan tiba di Tepa siang hari ini,” kata Likko.
Ia mengatakan, kehadiran personel tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat operasi pencarian, terutama dalam menghadapi kondisi wilayah perairan yang luas serta tantangan cuaca selama proses pencarian berlangsung.
“Semoga tim tidak mengalami kendala selama perjalanan, tiba di Tepa dalam keadaan selamat, dan dapat segera bergabung dengan Tim SAR Gabungan di lokasi pencarian,” ujarnya.
Operasi pencarian korban kecelakaan laut tersebut sebelumnya telah dilakukan oleh berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, hingga masyarakat setempat.
Tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan yang menjadi fokus pencarian menggunakan sejumlah sarana pendukung yang tersedia.
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Kamis (11/6/2026), ketika sebuah speedboat yang membawa 10 penumpang mengalami kecelakaan di perairan Pulau Dai, akibat kondisi cuaca yang berubah dengan angin kencang dan gelombang tinggi.
Speedboat tersebut diketahui berangkat dari Pantai Sinairusi menuju Desa Tepa, Pulau Babar, untuk membawa penumpang dan muatan hasil kopra.
Dalam kejadian tersebut, dua penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju daratan, sementara delapan korban lainnya masih dalam pencarian.
Adapun korban yang masih dalam pencarian yakni Anton Menahem (40), Asael Daniel (72), Yomima Waliana (36), Regina Unawekla (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unwakoly (9), serta Marcelo Unwakoly (4).
Sebelumnya, tim Basarnas Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) bersama personel Polairud Maluku sempat melakukan perjalanan dari Saumlaki menuju Tepa pada Minggu (14/6/2026). Namun, perjalanan tersebut harus kembali dihentikan sementara akibat kondisi gelombang tinggi dan cuaca buruk yang tidak memungkinkan untuk pelayaran.
Selain dukungan personel tambahan, BPBD MBD terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Syahbandar, Dinas Perhubungan, Polair, Polres MBD, dan Kodim 1511/Moa.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan agar ikut membantu memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di wilayah perairan sekitar Pulau Dai.
Hingga saat ini, operasi pencarian masih berlangsung dan seluruh unsur yang terlibat terus berupaya menemukan korban yang masih hilang serta memberikan kepastian bagi keluarga korban. (IA-01)




















Komentar